SHINE ON!

You are a star, shine on wherever you are!

Blog

Tips Memahami Diri Sendiri

Posted on October 27, 2009 at 7:42 AM

Konon, salah satu cara terbaik untuk menangani persoalan yang terjadi dalam diri seseorang adalah dengan kembali ke masa kanak-kanaknya. Dengan mengenali apa saja yang pernah terjadi di sana, kita akan mendapatkan pemahaman yang besar tentang diri seseorang, karena kepribadian seseorang tidak terbentuk pada masa dewasanya, melainkan terbentuk sejak ia masih kanak-kanak.


Saya sepenuhnya setuju dengan hal itu. Namun, ada cara lain untuk memahami diri sendiri, yaitu dengan melihat akar kebutuhannya yang paling mendasar. Pernah dengar Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow? Maslow, seorang pelopor aliran psikologi humanistik, sangat terkenal dengan teorinya tentang hirarki kebutuhan.


Inilah lima kebutuhan dasar Maslow - disusun berdasarkan kebutuhan yang paling penting hingga yang tidak terlalu krusial :

1. Kebutuhan Fisiologis

Contohnya : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah,dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil,bernafas, dan lain sebagainya.

2. Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan

Seperti : Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya.

3. Kebutuhan Sosial

Misalnya : memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.

4. Kebutuhan Penghargaan

Contoh : pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.

5. Kebutuhan Aktualisasi Diri

Adalah kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan minatnya.


Kita masing-masing akan bertindak sesuai dengan kebutuhan kita, yang berbeda satu dengan yang lainnya. Pengemis yang lapar akan bertindak untuk memenuhi kebutuhannya yaitu uang dan makanan. Lain halnya dengan karyawan yang baru. Dia mungkin akan bertindak sesuai dengan dorongannya untuk mempertahankan posisinya yang baru di kantor, sementara seorang seniman mempunyai kebutuhan yang tingkatannya lebih tinggi, yaitu mengaktualisasikan dirinya.


Seringkali, karena tidak menyadari kebutuhan kita yang terbesar, kita melakukan sesuatu yang merugikan diri sendiri. Misalnya, ada perempuan yang bersedia 'dibeli' karena kebutuhan mereka akan penghargaan dan kasih sayang sangat kurang dalam diri mereka. Terutama jika ia tinggal di tengah lingkungan yang menuntut untuk selalu tampil 'wah'. Ia akan melakukan segala cara untuk mengisi kebutuhan-kebutuhannya tersebut.


Kebutuhan kita adalah penggerak atau motivasi terbesar tindakan kita. JIka sebuah kebutuhan dasar tidak terpenuhi, kita akan mengerahkan seluruh energi kita untuk mengisi kebutuhan tersebut. Bisa Anda bayangkan apa yang terjadi jika seseorang kekurangan kasih sayang, rasa aman, perhatian, penghargaan, penerimaan namun ingin mengaktualisasikan dirinya sekaligus? Orang itu akan melakukan apapun. Apapun, dengan cara apapun. Tidak peduli sistem nilai atau prinsip moral, karena instingnya akan kebutuhannya lebih besar dari semua yang bisa diterima oleh akal sehat.


Dengan mengetahui kebutuhan Anda yang mendasar, paling tidak Anda bisa memahami dan mengelola diri Anda sendiri. Misalnya Anda merasa kekurangan penerimaan terhadap diri sendiri. Apa yang biasanya Anda lakukan? Berbelanja? Membeli barang-barang mewah karena kalap? Mengganti kekasih Anda dengan tas LV? Melupakan teguran boss Anda dengan sebotol parfum Nina Ricci?


Atau misalnya saja Anda butuh mengaktualisasikan diri. Tiap kali ditolak, dikritik ataupun dibatasi dalam berkarya, Anda akan merasa frustasi. Hingga kebutuhan itu dipenuhi, Anda takkan bisa merasa diri berarti, karena Anda merasa bahwa itu satu-satunya tujuan hidup Anda saat itu.


Atau mungkin yang Anda perlukan adalah menempatkan Tuhan dalam prioritas pertama Anda. Toh Ia memang menempatkan sebuah lubang berbentuk kekosongan dalam hati kita yang tak dapat dipuaskan oleh apapun selain oleh Dia. Mungkin dengan mengisi kekosongan di hati kita dengan PribadiNya, kita bisa lebih mengenal  diri sendiri..

 


Categories: mengelola diri sendiri, pembelajaran, hubungan

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

6 Comments

Reply isty
6:14 AM on April 7, 2010 
menurut anda bagaimana tips menghilangkan rasa malu terhadap orang lain ataupun lawan jenis dan bagaimana kita bisa sedikit terbuka dengan orang lain
Reply kristinebatasina
12:53 PM on April 7, 2010 
dear isty,
thanks buat pertanyaannya..

Rasa malu memang sesuatu yang sulit dihilangkan dari diri seseorang, namun bisa. Caranya adalah dengan mengalihkan perhatian pada hal-hal lain di luar diri sendiri dan menemukan kelebihan-kelebihan diri sendiri yang dapat ditonjolkan.

Banyak orang merasa malu karena mereka merasa ada yang salah dengan diri sendiri (mungkin ada pengalaman buruk dengan perkataan orang di masa kecil, cara asuh yang salah dsb). Mereka terlalu memikirkan pendapat orang tentang diri mereka, padahal bisa jadi itu hanya imajinasi mereka saja. Anda bisa menghilangkan rasa malu dengan mulai merasa baik tentang diri sendiri. Hormati diri sendiri, temukan kelebihan-kelebihan anda dan fokuslah kepadanya. Jangan terlalu pikirkan penilaian orang, bisa jadi itu hanya ada dalam pikiran Anda saja. Jika Anda merasa diri menarik, orang akan merasakan semangat yang terpancar dari diri Anda dan ikut merasakan hal yang sama tentang Anda.

Selain itu, sukailah orang lain. Setiap kali berjumpa dengan orang lain, tataplah matanya dan katakan dalam hati 'Anda menarik. saya menyukai anda. Sepertinya kita bisa cocok..'. Jangan mudah curiga atau bersikap menuntut pada orang lain, karena tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Bebaskan diri anda dan jangan terlalu takut untuk dilukai, toh suatu saat kita semua akan saling melukai.. :)

Sadarilah bahwa diri Anda unik, berharga dan tak tergantikan, jadi jangan pernah merasa malu tentang diri sendiri.

Selamat mencoba. Semoga hal ini bermanfaat..

salam,
K.
Reply icha
12:12 AM on May 29, 2011 
isty says...
menurut anda bagaimana tips menghilangkan rasa malu terhadap orang lain ataupun lawan jenis dan bagaimana kita bisa sedikit terbuka dengan orang lain
Reply setia
11:45 PM on July 27, 2011 
saya ijin minta filenya untuk bahan mengajar ya, tk
Reply chetrin pasaribu
7:13 AM on December 18, 2011 
susah memahami diri sendiri karena memahami tmn d'skeliling kita pun sangat sulit apa lagi diri kita sendiri
Reply eti winarni
12:58 AM on April 9, 2014 
menurut anda, bagaimana cara seseorang mengenali diri nya ,karena ia merasa kehidupannya itu monoton,, serasa tak memiliki tujuan?

Share on Facebook

Share on Facebook

Join Me on Facebook!